REVIEW NOVEL SINCE WE MEET
Antara Cinta dan Persahabatan
Judul : Since We Meet
Penulis : Pricillia A.W.
Penerbit : Gradien Mediatama
ISBN : 978-602-208-116-6
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 312 Halaman
Harga : Rp 45.000
Buku yang berjudul Since We
Meet adalah novel karya Pricillia Anastasia Warokka. Pricillia merupakan
seorang gadis cantik yang lahir pada 22 Maret 1992. Ia mengaku seorang nocturnal yang aktif saat
malam. Ia mencintai barisan kata dan mengaku tinggal dalam dunia fiksi. Sebelum
menulis novel berjudul Since We Meet ini, ia menulis First Love Dilemma (2011),
Bukan Cupid (2012), dan Zero Class
(2012). Alasannya untuk menuangkan segala kisah yang ada dipikirannya dalam
bentuk sebuah novel sangat sederhana, karena semenjak dulu (tahun awal putih-merah)
ia kerap menuangkan segala emosi ke dalam tulisan.
Bagi pencinta novel bergenre
romansa dan para remaja yang sedang mengalami pergulatan hidup dan pergumulan
cinta yang hadir di tengah-tengah persahabatan, pastinya membutuhkan sebuah
bacaan yang mungkin dapat menjadi hiburan di kala penat sekaligus menjadi solusi
bagi pembaca yang mengalami situasi yang sama. Novel ini menggambarkan segala
peristiwa yang kebanyakan dialami para remaja. Saya rasa, pembaca tidak akan merasa kecewa dengan
alur dan pembawaan penulis dalam merangkai kata-kata.
Novel ini berisi kisah
tentang Freiya, Timothy, Kelcia, Hansel, Reisha, dan Rainer. Mereka bertemu,
berinteraksi, dan menjalin ikatan persahabatan karena berasal dari sekolah yang
sama dan diikat lekat dalam kehadiran grup band yang mereka bangun bersama
yaitu eXXo Band yang sedang menapaki jenjang untuk eksis. Pergulatan hidup dan
pergumulan cinta kemudian hadir di tengah-tengah mereka, menguji kekuatan
ikatan persahabatan yang telah mereka bangun. Dalam perjalanan ini, mereka
belajar tentang makna hidup, memberi, makna saling memahami, dan kesetiakawanan
untuk saling menegur dan meneguhkan.
Pada awal kisah novel ini, sang penulis
Pricillia Anastasia Warokka menceritakan eXXo Band dengan Freiya sebagai
vokalis dan Timothy sebagai gitaris yang tampil di SMA 28. Meskipun bukan pertama
kalinya eXXo Band tampil dan dipadati pengunjung, namun tetap saja mampu
membuat detak jantung Freiya berdetak tak beraturan. Butuh waktu untuk Timothy
menyetem gitarnya, membuat penonton merasakan kegelisahan untuk menunggu
penampilan eXXo Band yang tak kunjung terlihat di atas panggung. Tak berselang
lama, hingga lima jari MC berkembang untuk menghitung mundur agar eXXo Band
segera hadir, bersamaan dengan kata terakhir dari MC yang terucap, terdapat senyum puas di
wajah Timothy yang menandakan dirinya telah berhasil menyetem gitarnya. Akhirnya
Freiya bisa bernafas lega, benar-benar di ujung tanduk, rutuk Freiya dalam hati.
Kelcia. Reisha, Rainer, dan
Hansel tidak pernah sekalipun terlewatkan untuk menemani kedua sahabat mereka
yaitu Freiya dan Timothy tampil dimanapun eXXo Band akan tampil. Dalam persahabatan
yang sudah lama terjalin itu, banyak perasaan yang tak terungkap muncul, namun
enggan untuk disampaikan. Mereka memiliki alasan yang sama, demi menjaga ikatan
persahabatan yang selama ini mereka jaga. Dimulai dari Freiya yang masih
mengharapkan sosok laki-laki bernama Arnos untuk kembali kepadanya. Sahabat-sahabatnya,
terutama Timothy terus memberikan dukungan dan saran yang terbaik agar Freiya
melupakan Arnos yang tidak pernah menghargai kehadirannya. Arnos adalah
laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengan Freiya. Saat menjalin hubungan,
Arnos masih memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya sekaligus cinta
pertamanya yaitu Andrea.
Pergulatan hidup dan
pergumulan cinta kemudian hadir di tengah-tengah mereka, menguji kekuatan
ikatan persahabatan yang telah mereka bangun.Timothy yang tak kuasa melihat
Freiya terus bersedih memikirkan Arnos, perlahan mulai memahami perasaanya
terhadap Freiya. Terdapat rasa yang membuatnya harus selalu menjaga Freiya dan
mampu membuat Freiya selalu tersenyum. Timothy yang selalu terfokus pada
Freiya, tidak menyadari keberadaan Kelcia yang memiliki perasaan kepadanya. Perasaan
Kelcia muncul ketika hubungannya dengan Steven berakhir, dan Timothy hadir
untuk menghiburnya dengan candanya, tawanya, kekonyolannya yang berhasil
membuat Kelcia sembuh dari luka hati dan mulai membuka hati untuk Timothy yang
tidak menyadari perasaan Kelcia terhadapnya. Dan sebaliknya, Kelcia pun tidak
menyadari bahwa ada Hansel yang menaruh hati padanya sejak pertemuan pertama
mereka. Sedangkan Rainer dan Reisha adalah dua orang yang memiliki perasaan
yang sama. Namun, keduanya enggan untuk menyatakan perasaannya dan memilih untuk
menyembunyikan perasaannya. Dengan dibantu oleh keempat sahabatnya, Rainer dan
Reisha mampu mengungkapkan perasaan satu sama lain dan menjalin hubungan
sebagai sepasang kekasih.
Seiring berjalannya waktu,
satu per satu mulai menyadari perasaan sahabat mereka yang lain.
“Sebenarnya lo sendiri sudah
tahu jawabannya. Kadang kita melupakan apa yang terasa dekat karena terlalu
terbiasa. Jangan sampai salah dua kali Frei. Cinta butuh kesempatan, dan sering
kali kita menutup kesempatan itu atas nama persahabatan.” (Reisha kepada Freiya).
Freiya mulai
menyadari perasaannya terhadap Timothy lebih besar dibandingkan perasaannya
terhdap Arnos. Selain itu, Kelcia pun mulai menyadari bahwa bukan dirinya yang
mengisi hati Timothy, melainkan sahabatnya yaitu Freiya. Begitu pula dengan
Hansel yang menyadari perasaan Kelcia terhadap Timothy.
“... Cinta hadir bukan untuk lo
sembunyikan, melainkan untuk lo
nyatakan. Karena jatuh cinta adalah hal terbaik yang bisa terjadi dalam diri
manusia. Tanpa cinta, manusia akan berhenti berharap, dan tanpa harapan manusia
pasti bakal mati, karena enggak ada lagi yang bisa diperjuangkan.” (Kelcia kepada Timothy).
Ada saat ketika mereka
menyadari perasaan masing-masing, dan harus berkorban demi kebahagiaan yang
lain. Saat mereka menyadari arti persahabatan, dimana mereka harus bekerjasama untuk
menjaga persahabatan mereka dan mendukung satu sama lain. Timothy yang berani
menyatakan perasaannya kepada Freiya, dan dibalas dengan perasaan yang sama. Begitu
juga dengan Hansel yang berani menyatakan perasaannya kepada Kelcia, dan Kelcia
yang memberikan kesempatan untuk Hansel mengisi hatinya.
Enam sahabat ini belajar
tentang makna hidup, makna memberi, makna saling memhami dan kesetiakawanan
untuk saling menegur dan meneguhkan. Masing - masing belajar untuk bertumbuh
menjadi pribadi – pribadi yang lebih dewasa dalam setiap aspek.
Cerita yang menarik selalu
menjadi keunggulan dalam setiap buku, seperti buku novel berjudul Since We Meet
yang ditulis oleh Pricillia Anastasia Warokka ini. Dengan alurnya yang
menggunakan alur maju mundur, mampu membawa pembaca pada masa lalu tokoh. Kemampuan
penulis dalam menggunakan alur maju mundur, mampu membuat pembaca menikmati
setiap jalan ceritanya tanpa merasa kebingungan. Novel ini ditulis menggunakan
bahasa yang santai, bahasa umum yang biasa digunakan sehari - hari. Novel ini
mengajarkan kepada kita bahwa persahabatan tidak akan putus anya karena cinta. Memang
tidak ada yang salah untuk kita mencintai seseorang, semua tergantung dengan
bagaimana kita menyikapinya. Salah satu peristiwa yang membuat saya tersentuh
adalah ketika Kelcia yang memiliki perasaan kepada Timothy, namun memberikan keberanian kepada Timothy untuk
menyatakan perasaannya kepada Freiya. Cinta memang tidak bisa mengalahkan
persahabatan. Dalam persahabatan, mereka mampu belajar untuk merelakan dan
bekerjasama untuk saling menguatkan.
Satu pesan yang dapat
dipetik dari kisah ini adalah bahagia itu sederhana, dengan menyerap sedikit
keceriaan yang ditawarkan persahabatan. Tidak mudah untuk menjaga persahabatan
yang telah dibangun, dengan saling menerima kekurangan dan kelebihannya, menerima mereka apa adanya, saling mengisi, pada akhirnya mencoba dewasa bersama-sama dan
membentuk persahabatan sejati.
Selain kelebihan-kelebihan
yang telah disebutkan di atas, bukan berarti buku ini tidak memiliki
kekurangan. Dalam buku ini, terdapat kalimat yang tidak dimengerti. Misalnya,
ada beberapa penggunaan kata yang tidak baku, penggunaan kata ataupun kalimat
dalam bahasa Inggris. Walaupun kata atau kalimat berbahasa Inggris itu
merupakan kata yang umum, tapi tidak semua pembaca akan mengerti maksud dari
penulis.
Buku ini sangat menarik
untuk dibaca dan mengajarkan kita tentang banyak hal. Buku ini mengajarkan kita
tentang makna hidup, makna memberi, makna saling memahami dan kesetiakawanan
untuk saling menegur dan meneguhkan. Dengan membaca buku ini, saya menjadi
lebih menghargai sahabat-sahabat saya. Buku ini sangat cocok dibaca bagi
pencinta novel bergenre romansa, yang mengajarkan kita bahwa cinta itu tidak
selalu mengharapkan balasan untuk memperoleh kebahagiaan. Selain itu, buku ini
cocok dibaca oleh kalangan remaja, dimana buku ini mengajarkan kita menjadi
lebih dewasa dalam setiap aspek.

Komentar
Posting Komentar